Untuk membuat pita peresmian, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan bahan yang akan digunakan. Kain yang berkualitas, seperti satin atau organza, dapat digunakan untuk membuat pita peresmian. Selain itu, warna kain harus disesuaikan dengan tema acara. Acara peresmian gedung baru ini akan diawali dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, dan pemotongan tumpeng. Dalam sambutannya, Akhsin Aedi menyampaikan terimakasih atas pembangunan gedung baru ini. Gedung ini dibangun di atas tanah 2.421 meter persegi dengan luas bangunan 5.056 meter persegi. Gedung ini bergaya modern dan mengandung unsur ke-Indonesiaan. Facade concrete wall pada gedung menggunakan motif ramo-ramo dari Minang, sunscreen di lobi gedung menggunakan motif batik parang dari Jawa. Untuk memperkirakan panjang bahan pita yang diperlukan dalam mengikat kotak kado dan kemudian membuat pita di atasnya, lilitkan pita secara longgar ke sekeliling kotak atau hadiah yang berukuran sedang, kemudian tambahkan ukuran 60 cm pada setiap ujung pita untuk membuat hiasan pita. Pemotongan pita adalah suatu acara simbolis yang dilakukan dalam rangka peresmian gedung baru. Pada saat pemotongan pita, seorang tamu kehormatan biasanya akan memegang gunting dan memotong tali pita yang terletak di depan pintu masuk gedung. Prosesi penandatanganan peresmian Gedung FH UII oleh Ketua PYBW. Pada acara ini terdapat prosesi pemotongan pita oleh Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dari pihak Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) didamping oleh Rektor UII. .

cara membuat pita untuk peresmian gedung