Ternyatacukup mudah. Bagi penari sufi pemula, mereka dianjurkan membaca dzikir selama minimal 20 menit satu hari sambil melakukan gerakan memutar. "Sehari 20 menit, tapi awal-awal 2 menit saja dulu, baru dilanjutkan secara terus menerus. Ya, minimal satu kali seminggu latihan. Enggak bisa langsung karena nanti pasti jatuh. Tarianini juga dianggap sebagai simbol ajaran sufisme, yang dibawa oleh Mevlana Jalaluddin ar-Rumi dengan thoriqohnya yang bernama Al-Maulawiyah. Konya adalah kota yang reliigius, yang hingga saat ini masih kental dengan ajaran-ajaran tasawufnya. Meskipunpara penari sufi yang berputar-putar nampak misterius, adal-usul tarian yang disebut tarian darwis itu berasal dari pengalaman yang akrab dan dengan kita: cinta dan kehilangan. Penggagas Ayatini juga membantah tarian-tarian ibadah ala Sufi, sebab telah menjelaskan kondisi kaum Mukminin saat mendengarkan dan menyimak dzikir yang masyru (yang disyariatkan). Kondisi kaum Mukminin yang mengenal Allâh Azza wa Jalla , yang takut kepada hukuman-Nya, ketika mendengarkan firman-Nya, janji dan ancaman-Nya, hati mereka melunak, air mata bertetesan, kulit gemetar, tampak khusyu' dan penuh ketenangan. Konseptari sufi adalah konsentrasi dan fokus, jadi sebagai pengalihan dari banyaknya stressor. Karena itu ada istilah "Tari sufi mengalihkan kebiadaban menjadi keadaban menuju sebuah peradaban". Tari sufi tidak hanya tarian yang berputar dan dengan gerakan tangan tertentu. Tari sufi memiliki folosofi, kostum dan tekhnik khusus yang tidak bisa sembarang dipraktekkan. Tariansufi atau tarian berputar kini tak asing lagi di telinga. Tarian ini biasanya dilakukan oleh laki-laki yang menggunakan jubah berwarna putih dengan bagian bawah terlihat seperti rok lengkap dengan pecinya yang menjulang ke atas. Menariknya, penari sufi melakukan gerakan berputar-putar tanpa henti. Tarian sufi erat kaitannya dengan pemikiran sufistik Islam. . Tarian Sufi ini sudah hadir sejak abad ke-13. Tarian ini diketahui digagas oleh oleh seorang penyair legendaris yakni Jalaluddin Rumi untuk mengekspresikan kesedihannya saat ditinggal mati guru rohaninya yaitu Syamsuddin Tabriz. Ali Atmaca/Anadolu Agency/Getty Images. Kabarnya, tarian Sufi pertama kali dilakukan Rumi saat ia berada di wilayah Anatolia Turki selama tiga hari tiga malam. Rumi adalah seorang penyair yang banyak membuat puisi religius tentang cinta yang luar biasa pada Tuhan. Karyanya banyak mempengaruhi budaya dan penulisan syair Muslim. Sergen Sezgin/Anadolu Agency/Getty Images. Tarian Sufi atau yang dikenal juga sebagai whirling dervishes dianggap dapat menjadi bagian dari meditasi diri. Meditasi yang dilakukan melalui tarian Sufi memiliki kaitan yang erat dengan Tasawuf. Sebab dalam tarian ini para penari diharapkan dapat mengalami pengalaman spiritual dan melebur bersama sang Ilahi. Untuk itu, mereka juga diharapkan bisa mencapai kesempurnaan iman dengan cara menanggalkan ego dan hasrat pribadi dalam hidup. Richard Manning/Getty Images. Sebelum menari, para penari harus melakukan dzikir sambil diiringi musik khas Timur Tengah terlebih dahulu. Lalu akan dilanjutkan dengan lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan oleh seorang solois dengan improvisasi alat musik seruling. Ahmet Okatali/Anadolu Agency/Getty Images Kemudian para penari akan saling membungkuk. Sebagai bentuk mengakui nafas Ilahi yang telah meniupkan nafas kehidupan dan roh pada manusia. Dan kemudian pada tahapan selanjutnya, penari akan berputar di sekitar pemimpin tari berlawanan dengan arah jarum jam sambil menengadahkan tangan. Hal tersebut sebagai bentuk meminta dan mendapat hidayah dari Tuhan. Dan putaran ini menyimbolkan rangkulan kemanusiaan dengan cinta yang juga melambangkan putaran alam semesta dan putaran tawaf di Ka'bah. Murat Kaynak/Anadolu Agency/Getty Images. Penari Sufi dikenal memiliki kostum khas berupa baju jubah berukuran besar dengan bagian bawah seperti rok yang melebar dan menggunakan topi memanjang yang dikenal sebagai sikke. Di Timur Tengah, sikke dikenal sebagai perlambang batu nisan wali dan sufi. Ali Atmaca/Anadolu Agency/Getty Images. Umumnya, warna jubah yang digunakan berwarna hitam sebagai perlambang atas kuburan, dan warna putih dalam kemeja melambangkan kain kafan. Perpaduan warna itu digunakan untuk mengingatkan manusia pada kematian yang tak terduga. Ercin Top/Anadolu Agency/Getty Images. Sedangkan untuk alas kakinya, penari Sufi mengenakan kuff. Kabarnya, kuff kerap digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam setiap perjalanannya, bahkan saat musim dingin. Uniknya, saat menggunakan kuff tak perlu melepasnya ketika hendak berwudhu. Sergen Sezgin/Anadolu Agency/Getty Images. Tentunya jika kamu ingin melakukan tarian Sufi, jangan sejajarkan dengan shalat, puasa, haji dan ibadah lainnya. Di balik itu semua, tarian sufi hanya sekedar untuk memperkenalkan indahnya rasa cinta kepada sesama dan Allah SWT. Chris McGrath/Getty Images. Pada mulanya tarian sufi hanya dikhususkan untuk laki-laki. Akan tetapi, kini di Istanbul, perempuan juga boleh melakukan tarian sufi bersama. D kutip dari CNN, seorang penari sufi perempuan yang berasal dari Turki berpendapat bahwa saat kita ingin menemukan Tuhan dan mencari kekhusukan, maka tak perlu memandang itu laki-laki atau perempuan. Chris McGrath/Getty Images. Tari Sufi juga banyak dilakukan oleh orang-orang dari negara lain. Misalnya saja yang dilakukan 999 penari yang menari Sufi dalam acara Harlah Muslimat NU yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Minggu 27 Januari 2019. Banyaknya penari yang ambil bagian dalam acara ini juga membuatnya memecahkan rekor McGrath/Getty Images. Tarian ini kerap dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mustafa Ozer /AFP via Getty Images. HomepageRecettesSauce à fondue Cari curry 8 août 2000Sauce à fondue Cari curry Préparation 5 minutes Total 5 minutes Portions 6 portions Crédits Catherine Marceau Ingrédients Préparation Ingrédients 1 tasse mayonnaise 3 cuillères à table cari 1 cuillère à table oignon blanc haché finement Préparation Étape 1Mélanger tous les ingrédients ensemble. Notes de l'auteur Vous pouvez modifier les quantités de curry et d'oignons au goût de chacun. Partage X Recettes Sauce à fondue Cari curry Ternyata bukan hanya sekedar tarian... Apakah kamu pernah mendengar atau menyaksikan tarian Sufi? Pasti yang ada di pikiranmu bagaimana bisa mereka berputar-putar dalam kurun waktu yang cukup lama? Apakah tidak pusing?Tarian Sufi bukanlah sekedar tarian biasa, atau perpaduan antara seni dan budaya. Kalangan Sufi menganggap tarian ini juga sebagai ritual di luar ibadah yang berfungsi sebagai amalan soleh layaknya ibadah-ibadah lainnya. Nah, daripada bertanya-tanya, yuk simak fakta-fakta tentang tarian Sufi Sejarah tarian dulu, Tarian sufi juga dikenal sebagai Whirling Dervishes darwis-darwis yang berputar atau tarian sema mendengar. Tarian ini terinspirasi dari seorang penyair-sufi asal Persia bernama Mawlana Jalaluddin Rumi. Rumi melakukan tarian ini pertama kali ketika guru spiritualnya meninggal dunia. Dia melakukan tarian sufi sebagai bentuk eskpresi kesedihannya. Sejak saat itu, Rumi mulai berputar bahkan hingga 3 hari 3 Menari sekaligus ini juga dianggap sebagai bagian dari meditasi diri. Meditasi ini sangat erat kaitannya dengan ajaran sufistik Islam. Para penari pun diharapkan menggapai kesempurnaan imannya, menghapuskan nafsu, menanggalkan ego, dan hasrat pribadi dalam hidup. Kemudian, penari akan mengalami ekstase dan melebur bersama sang Penari harus melakukan ritual sebelum ingin lihai dalam melakukan tarian ini, kamu harus melakukan beberapa ritual terlebih dahulu. Ritual yang paling utama adalaH dzikir. Tarian ini akan diiringi oleh musik khas Timur Tengah dan sebuah gambaran perjalanan mistis khas pemahaman Teknik tarian tarian Sufi dibagi menjadi empat bagian. Pertama, akan ada seorang penyanyi solo yang melantunkan lagu pujian untuk Rasulullah dan diikuti oleh improvisasi dari alat musik flute. Bagian ini disebut Naat. Kedua adalah Devr-i Veled, yakni para penari akan saling membungkuk satu sama lain. Proses ketiga justru menjadi bagian utama tarian ini. Pada proses ini, penari akan berputar di luar pemimpin tarian yang berada di tengah. Terakhir, bagian Taksim, yaitu pembacaan ayat AL-Quran dan doa yang dilakukan oleh pemimpin Juga 15 Foto Bombastis Ini Berhasil Menangkap Keindahan Seni Tari dengan Sempurna5. Makna gerakan tarian tarian Sufi ternyata bukan gerakan sembarangan. Masing-masing bagian dalam upacara tarian Sufi memiliki makna tersendiri. Bagian Naat memiliki makna keterpisahan manusia dengan Tuhan. Bagian Devr-i Veled dilakukan sebagai bentuk mengakui nafas Ilahi yang telah meniupkan roh pada manusia. Pada bagian utama, para penari yang berputar diibaratkan bulan, sedangkan pemimpin tarian diibaratkan matahari. Mereka berputar berlawanan dengan arah jarum jam sebagai bentuk merangkul kemanusiaan dengan cinta. Gerakan itu juga melambangkan putaran alam semesta dan putaran tawaf di Ka' Atribut penari yang mereka kenakan adalah topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawah seperti rok, dan alas kaki. Mereka membungkukkan badan sebagai tanda hormat, lalu akan melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka ditempelkan di dada dan bersilang mencengkram Filosofi kostum penari memanjang yang dikenal sebagai sikke melambangkan batu nisan para wali dan sufi yang ada di dataran Timur Tengah. Jubah hitam melambangkan alam kubur dan baju putih melambangkan kain kafan. Warna baju ini dibuat agar manusia senantiasa mengingat kematian. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah untuk mengendalikan hawa nafsu dan ego duniawi. Alas kaki penari sufi disebut kuff. Konon, Nabi Muhammad SAW juga mengenakan kuff salam perjalanan kemana pun, terutama pada musim dingin. Uniknya, jika kamu menggunakan kuff saat berwudhu kamu tidak perlu jika kamu ingin melakukan tarian Sufi, jangan sejajarkan dengan shalat, puasa, haji dan ibadah lainnya. Di balik itu semua, tarian sufi hanya sekedar untuk memperkenalkan indahnya rasa cinta kepada sesama dan Allah Juga 9 Alasan Kenapa Tari Tradisional Indonesia Lebih Membanggakan dari Tarian Modern Tarian sufi makin populer di Indonesia dan banyak dirangkul remaja Muslim. Di Jakarta Utara, beberapa penari menggunakannya sebagai cara untuk membiayai pendidikan mereka. Sekelompok remaja pria berpakaian jubah putih dan topi hitam tinggi terlihat menari berputar-putar. Mereka mengikuti musik dan lagu yang dimainkan sekelompok pemuda lainnya. Saat mereka berputar, satu tangan menjangkau ke langit dan tangan lainnya ke bumi. Para penari itu berputar berulang-ulang dalam doa, melantunkan nama Allah dan menambah kecepatan, berusaha menghilangkan diri mereka dalam trans spiritual yang mereka yakini menyatukan mereka dengan Tuhan. Fajar Supriyadi adalah guru di sekolah tari sufi di Jakarta Utara ini. Ia memulai komunitas ini pada tahun 2014 ketika ia hanya memiliki empat peserta saudara laki-lakinya, keponakannya, dan dirinya sendiri. “Dulu, saya belajar tarian sufi dari Uztad Najib Dawami dari Pesantren Ash Sholihin Al Abror,” jelasnya. Aktivitas mereka rupanya banyak dilirik remaja seusia mereka. sehingga komunitas itu makin berkembang. “Beberapa pemuda yang tinggal di Jakarta Utara, khususnya di Malaka dan Rorotan, kemudian bergabung dan antusias belajar. Grup ini sekarang memiliki 15 hingga 20 anggota, laki-laki dan perempuan,” imbuhnya. Performance Sufi Mohammed Aziz Moslem di Saung MURRI, 18 Agustus 2018. Facebook/Sufi Dance Evolution Grup ini biasanya menggelar latihan setiap hari Sabtu dan Senin. Sebelum berlatih, setiap siswa diharuskan berwudu terlebih dahulu. Tarian berputar yang seolah tak berujung ini telah membawa keberuntungan bagi Muhammad Anwar Pandawa Lima, seorang siswanya. Hingga saat ini, ia telah membawakan sekitar 30 tarian sufi, mendapat sedikit uang atas jerih payahnya. “Saya pakai langsung untuk membiayai sekolah dan belajar Al-Qur'an,” sebutnya. Pagelaran yang bertajuk "1001 Arabian Nights" di Aeon Mall, Jakarta, menampilkan Sufi Dance, 30 April 2022. Facebook/ Namun ambisi Muhammad bukan itu saja. Ia ingin, tarian itu membawanya ke luar negeri. “Saya ingin berkeliling dunia, seperti negara-negara Asia terdekat kemudian pergi ke Eropa. Itu saja,” jelasnya. Awalnya, grup tari sufi yang dibentuk Supriyadi tidak mendapat sambutan warga setempat. Namun, dengan berjalannya waktu dan diberi pengertian, mereka bisa menerima dan bahkan mendukung. Apalagi grup itu berusaha memadukan tarian sufi dengan tradisi setempat. Sofyan, warga setempat, termasuk yang menyambutnya. “Budaya Betawi dipadukan dengan tarian sufi yang sesuai dengan ajaran Islam. Mayoritas masyarakat Betawi juga beragama Islam, jadi itu hal yang baik,” komentarnya. Bagi Supriyadi sendiri, tarian sufi ini telah membantunya menjalin hubungan yang lebih dalam dengan keyakinannya. “Waktu saya belajar tari sufi, ternyata ini bukan sekedar tarian, tapi ada zikir, ada doa-doa tertentu, ada tawasul sebelum kita pakai kostum. Kemudian ketika saya menari, saya merasakan kenikmatan yang tidak bisa saya gambarkan.” [ab/uh] Tari Sufi – Tari Sufi tentu bukanlah kesenian tari yang asing lagi. Tarian dari Turki ini bahkan berhasil dikenal dunia sebagai salah satu kesenian yang memiliki makna mendalam dari setiap gerakannya. Bahkan tarian ini juga dianggap sebagai media meditasi yang tepat untuk menenangkan diri. Gerakannya yang terlihat cukup sederhana nyatanya bukanlah hal yang dengan mudah dapat dilakukan setiap orang. Hal inilah kemudian yang membuat tarian ini begitu unik dari segi gerakan dan fungsinya. Nah, lalu bagaimana sih sebenarnya gerakan dari tarian ini? Simak ulasannya berikut untuk informasi lebih jelasnya Asal Usul dan Sejarah Tari Sufi Meditasi adalah bentuk fisik yang sebenarnya menjadi cikal bakal dari tari Sufi. Pada dasarnya meditasi atau yang disebut sebagai sema ini berasal dari kaum Sufi. Tarian ini biasanya ditampilkan pada hari raya Islam. Namun, bila ditelisik lebih dalam, tarian ini sebenarnya berkisah tentang kisah pilu menurut sejarah Turki. Tarian ini sendiri menceritakan kehilangan yang terjadi pada guru spiritual Rumi yang bernama Syamsuddin Tabriz. Kematian yang terjadi ini kemudian membuat Rumi merasakan kehilangan yang mendalam. Kerapuhan hati Rumi inilah kemudian yang membuat Rumi terinspirasi membuat tarian ini untuk menenangkan hati. Tarian ini sendiri kabarnya pertama kali dipentaskan pada abad ke 13 di Turki. Islam juga menjadi sumber inspirasi lain yang membuat tarian ini begitu lekat dengan masyarakat Islam di Turki. Bahkan pada masanya Mawlana Jalaludin Rumi mulai mengenalkan tarian ini kepada murid-muridnya sebagai tarian Tawaf. Sebutan tarian Tawaf pada tarian Sufi ini tentunya bukan tanpa alasan. Gerak berputar-putar yang dilakukan dari kanan menuju arah kiri diibaratkan sebagai seseorang yang tengah melakukan tawaf. Arah perputaran yang dimulai dari kanan ini juga menjadi bentuk anjuran dimana hal baik haruslah dimulai dari arah kanan. Tarian ini sendiri juga menjadi bentuk kesadaran dari Rumi bahwa manusia adalah hal fana yang diciptakan oleh Allah SWT. Baca Juga Tari Sulawesi Selatan Gerakan Tari Sufi Hal lain yang sangat menarik dari tarian Sufi tentu saja adalah gerak tari Sufi. Melalui gerakan inilah nantinya pesan serta makna dari tarian asal Turki ini dapat disampaikan kepada penonton dengan baik. Bahkan melalui gerakan inilah nantinya penari juga bisa mendapatkan ketenangan atas mediasi tari yang dilakukan. Pada dasarnya gerakan utama yang dapat dilihat dari Tarian Sufi adalah gerakan berputar-putar. Bahkan gerakan ini akan dilakukan sejak awal pertunjukkan hingga akhir. Namun, tentu saja gerakan ini tidak begitu saja mudah untuk dilakukan. Tidak semua orang dapat bertahan berputar dalam waktu yang cukup lama seperti halnya penari Sufi. Hal inilah kemudian yang membuat tarian ini termasuk dalam tari mediasi. Kemampuan penari dalam mengendalikan diri serta pikiran untuk tentang tenang dan fokus dalam tarian membuat para penari tidak akan merasa pusing meski berputar dalam waktu lama. Pada dasarnya tarian ini sendiri juga memiliki makna atas kedekatan kepada Tuhan. Hal inilah kemudian yang membuat tarian Sufi ini dulunya juga disebut sebagai tari Tawaf karena memiliki arah putaran dari kanan ke kiri atau melawan arah jarum jam. Tentunya hal ini pulalah yang membuat tarian ini tampak spesial dalam makna yang ingin disampaikan. Busana Tari Sufi Busana menjadi unsur yang tidak akan dapat terpisah dalam seni tari. Melalui busana inilah nantinya penari dapat menampilkan tampilan fisik yang tampak anggun disesuaikan dengan gerakan tari. Tidak heran bila pada akhirnya pada setiap kesenian tari di dunia akan memiliki ciri khas budayanya masing-masing. Tentunya hal ini juga berlaku pada tari Sufi dari Turki. Tarian ini juga memiliki ciri khas pakaian yang begitu unik dalam setiap penampilan penarinya. Lalu, bagaimana sebenarnya busana yang digunakan oleh penari Sufi? Berikut ulasannya 1. Jubah Panjang Tari Sufi pada dasarnya merupakan tarian yang ditarikan oleh para laki-laki dengan jubah panjang. Jubah ini nantinya akan menutupi bagian atas tubuh penari hingga bagian mata kaki. Pada bagian ujung jubah pun akan dibuat lebih lebar selayaknya payung sehingga membuat jubah tampak indah saat penari mulai bergerak. Namun, seiring berjalannya waktu, tarian dari Turki ini bukan lagi menjadi tarian yang hanya boleh ditarikan oleh para lelaki. Kini beberapa pertunjukkan pun juga menampilkan penari wanita dengan pakaian muslimah dengan desain yang sama. Selain menggunakan jubah, terkadang penari Sufi juga menggunakan rok panjang. 2. Sikke Pelengkap lain yang termasuk dalam busana dari tari Sufi adalah Sikke. Pada dasarnya Sikke sendiri adalah topi yang memiliki bentuk memanjang pada bagian ujung atas. Sikke ini di Turki juga dikenal sebagai lambang atas batu nisan Sufi serta Wali. Baca Juga Tari Sumatera Barat Pola Lantai Tari Sufi Tari Sufi tentunya juga memiliki pola lantai yang dapat membantu posisi para penari dalam melakukan gerakan supaya bisa lebih teratur. Nah, lalu apa saja pola lantai yang digunakan dalam Tarian Sufi ini? Simak ulasan berikut ini 1. Garis Lurus Pola lantai yang biasa digunakan dalam tarian ini adalah pola garis lurus. Biasanya pola ini akan dilakukan para penari dengan cara membuat barisan di panggung. Nantinya barisan ini dimulai dari kanan ke kiri. 2. Pola Segitiga Segitiga adalah pola berikutnya yang biasa digunakan oleh penari Sufi. Nantinya pola ini akan dimulai dari kanan ke kiri dengan adanya satu penari di titik tengah depan. Posisi penari ini akan menjadi titik dari ujung pola segitiga tarian Sufi. Penari lainnya akan membentuk barisan miring pada sisi kanan serta kiri. Tentunya pola ini nantinya akan membuat pola yang tampak menarik dan cantik saat penari mulai berputar. 3. Campuran Tari Sufi sendiri juga bisa saja menggunakan pola yang bervariasi mulai dari lingkaran atau bahkan garis lurus. Setiap pola yang digunakan ini nantinya akan disesuaikan dengan jumlah penari serta luas dari ruangan pentas tari. Baca Juga Tari Sumatera Selatan Mengenal Musik Tari Sufi Unsur musik dalam tari Sufi tentunya juga menjadi hal penting yang sangat berpengaruh terhadap pementasan Tarian Sufi. Tentunya setiap irama musik yang dilantunkan juga haruslah memiliki kesinambungan dengan gerakan para penari. Pada tarian Sufi ini sendiri pada dasarnya tidak menggunakan terlalu banyak alat musik. Biasanya alat musik yang digunakan akan memiliki unsur yang lembut khas Timur Tengah. Nah, berikut ini adalah dua unsur musik yang sering digunakan dalam tarian Sufi 1. Suling Suling menjadi alat musik yang seringkali ditemui dalam tari Sufi. Alat musik ini menjadi ciri khas dari tarian ini dimana musik yang mengalun akan memberikan nada yang lembut dan khas. 2. Rebana Rebana juga menjadi alat musik yang seringkali ditemui dalam tarian Sufi. Pada beberapa pertunjukan tarian Sufi, rebana seringkali digunakan untuk mengiringi pertunjukan tari. Tentunya suara dari tepukan rebana yang khas begitu identik dengan musik-musik Timur Tengah khususnya bagi agama Islam. Keunikan Tari Sufi Tari Sufi memang menjadi tarian yang berhasil mendunia dengan berbagai keunikan yang ditampilkannya. Bahkan tarian ini seringkali dijadikan pertunjukan di berbagai acara Islami di berbagai negara termasuk juga Indonesia. Namun, apa sebenarnya keunikan yang ada dalam tarian ini? Berikut dua diantaranya 1. Busana Busana dalam tarian Sufi ini tentu menjadi ciri khas yang unik dalam setiap pertunjukannya. Jubah panjang dengan satu warna senada membuat penari tampak elegan saat menari. Apalagi saat jubah yang digunakan ikut serta bergerak seiring dengan penari yang mulai menggerakkan tubuh. Adanya aksesoris berupa Sikke pada bagian kepala yang dijadikan sebagai topi atau pun penutup kepala juga membuat penampilan penari tampak unik. Tentunya Sikke juga menjadi ciri khas dari tarian ini yang tidak dapat ditemukan pada jenis tarian lain. 2. Gerakan Gerakan yang sama dengan cara berputar-putar juga membuat tarian ini tampak begitu unik. Meskipun tidak menampilkan berbagai macam variasi gerakan namun, tarian ini berhasil memberikan satu kesan luar biasa bagi penonton. Apalagi dengan arah dan ritme gerakan berputar yang dilakukan penari dalam tempo yang sama. Tentunya akan membuat pertunjukkan yang luar biasa bersamaa dengan iringan musik khas Timur Tengah yang mengalun. Fungsi Tari Sufi Seperti yang diketahui bahwa kesenian merupakan suatu cara manusia dalam mengekspresikan suatu perasaan atau bahkan keadaan. Hal inilah kemudian yang membuat tarian tradisional selalu memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. Pada Tarian Sufi tentunya juga memiliki fungsi utama yang membuat tarian ini begitu bermakna bagi masyarakat Turki. Fungsi dari tarian ini sendiri pada dasarnya terbagi menjadi dua fungsi utama yang diantaranya adalah 1. Sebagai Meditasi Tarian ini memang seringkali dikaitkan dengan suatu cara untuk bermeditasi. Hal ini berkaitan dengan sejarah penciptaan tari Sufi yang memang merupakan bentuk ekspresi perasaan dari Rumi atas meninggalnya sang guru. Melalui hal ini pulalah kemudian Tarian Sufi ini diciptakan sebagai bentuk ketenangan jiwa dengan cara berputar-putar. Gerak berputar ini pula yang kemudian menjadikan tarian ini memiliki ciri khas karena tidak semua orang bisa melakukan gerakan ini tanpa merasa pusing. 2. Sebagai Hiburan Fungsi lain dari tarian ini tentu saja adalah sebagai hiburan untuk masyarakat. Tarian ini sendiri seringkali ditampilkan dalam berbagai pagelaran akbar di seluruh dunia khususnya negara Muslim. Bahkan pada beberapa kesempatan juga seringkali menjadi pertunjukan dalam Hari Raya Idul Fitri. Penutup Artitikel Tari Sufi Nah, itulah tadi sekilas terkait tari Sufi dari Turki yang telah mendunia. Tarian ini menjadi salah satu bentuk kesenian tari umat Islam dengan ciri khas pakaian panjang serta musik khas Timur Tengah. Tari Sufi Jakarta - Berputar dan terus berputar selama dua jam tak membuat para penari sufi pusing dan jatuh. Ternyata ada rahasianya. Tarian ini tak sembarang dilakukan, perlu latihan serta keahlian khusus agar tak hilang sufi dan pemilik Zawiyah Pondok Rumi, Workshop Whirling Dervishes Rumi & Sufi Meditation Center Arief Hamdani menjelaskan beberapa tahapan yang bermuara pada kecintaan terhadap Sang Pencipta."Sebelum mulai, latihannya berdzikir dulu, lalu bershalawat nabi. Penari sufi tidak akan pusing karena ditubuhnya sudah teraliri rasa cinta yang mendalam kepada Allah. No love, no movement," kata Arief kepada detikHOT, Senin 22/7/2013 usai pementasan di Main Atrium, East Mall, Grand Indonesia Shopping Town. Ada dua dzikir utama yang wajib dibaca, yakni Asma'ul Husna dan shalawat Nabi Muhammad SAW. Tidak perlu semua Asma'ul Husna yang berjumlah 99 nama dibaca, cukup beberapa saja. Frekuensinya juga tidak baku. Bisa 100 kali, bahkan bagaimana cara berlatihnya? Ternyata cukup mudah. Bagi penari sufi pemula, mereka dianjurkan membaca dzikir selama minimal 20 menit satu hari sambil melakukan gerakan memutar."Sehari 20 menit, tapi awal-awal 2 menit saja dulu, baru dilanjutkan secara terus menerus. Ya, minimal satu kali seminggu latihan. Enggak bisa langsung karena nanti pasti jatuh. Kalau sudah makin lama berdzikir, muncul kecintaan yang makin kuat, baru terasa," dzikir, seorang penari sufi juga perlu latihan fisik seperti olah nafas. Tapi, melalui dzikir pun, semua latihan tersebut dapat diperoleh dengan lebih fleksibel. "Sama saja ketika baca Al-Qur'an, dzikir terus menerus juga secara otomatis melatih nafas," kata berusia 50 tahun ini memaparkan, untuk benar-benar bisa menjadi penari profesional dibutuhkan waktu sekitar empat bulan latihan. Berlaku bagi semua usia."Dzikir itu ada hitungannya juga. Ya, sampai bisa tahapannya 3 X 40 hari-lah. Latihan itu juga kan sekaligus latihan mengendalikan ego. Kalau ego bisa dikendalikan, disitu ada cinta. Tarian ini tarian cinta," ujarnya. utw/utw

cara doa tari sufi