BerikutContoh Transaksi Digital Adalah; 10 Contoh Kalimat Kecap Panganteur; Berikan Contoh Peristiwa Perubahan Dan Keberlanjutan Dalam Sejarah; Bergambar Contoh Gambar Cerita Yang Mudah Digambar; Arti Kata Opsional Dan Contoh Kalimatnya; Awesome Car Paint Colors
Samahalnya di Makassar, ada banyak sekali makanan khas yang berasal dari Makassar, yang mungkin saja belum pernah kamu ketahui. Jika kamu datang berkunjung ke Makassar, jangan sampai lupa untuk mencoba atau mencicipi, berikut makanan- makanan tradisional makassar dan penjelasannya. 1. Coto Makassar. 3.
Kelebihandari wadah anyaman bambu ini adalah mampu membuat makanan lebih tahan lama, karena celah udaranya hanya sedikit. Sedangkan kekurangannya adalah wadah cepat rusak, rentan basah, dan menyerap air. 2. Wadah gerabah. Wadah gerabah adalah wadah tradisional yang terbuat dari tanah liat yang sudah dibakar agar kuat.
Daunpisang menjadi sebuah benda yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dari zaman dahulu hingga kini. Saat ini daun pisang juga masih diperlukan untuk menjadi pembungkus dari berbagai makanan khas tradisional Indonesia. Daun pisang juga sering ditemukan dengan mudah sebagai komoditas perdagangan di pasar-pasar tradisional. 1. Lontong.
Makanankhas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan menggunakan kemasan tradisional. berikut ini kemasan makanan khas daerah pada masa lampau adalah: anyaman bambu, daun jati, daun pisang. daun kelapa, alumunium foil, daun pisang. plastik, daun pisang, daun jati. klobot jagung, kertas, daun enau.
Bahannabati dan hewani merupakan sumber protein, karbohidrat, vitamin, mineral, lemak dan air yang berguna bagi kesehatan dan kecantikan tubuh. 4. Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa dikonsumsi di setiap daerah. (1) d. Analisis Ancaman (Threat) 1) Makin banyak pesaing muncul jika bakwan laris.
. - Kue tradisional Indonesia banyak dibungkus daun sebelum plastik dan wadah mika ditemukan, daun pisang jadi andalan dalam membungkus makanan Nusantara. Selain membungkus makanan agar tidak terkontaminasi, daun pisang punya fungsi sebagai pembentuk dan pemberi aroma pada kue. Baca juga 4 Resep Kue yang Dimasak Pakai Teflon, Bikin Camilan di Rumah Berikut adalah 10 kue tradisional Indonesia dengan cita rasa manis yang dibungkus daun pisang, bisa menjadi inspirasi membuat camilan untuk akhir pekan. 1. Timphan Kue timphan dari Aceh terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan irisan labu atau pisang raja di dalamnya. Namun, sejak dijadikan oleh-oleh khas Aceh, isi kue timphan lebih bervariasi, seperti srikaya dan durian. Sebagai oleh-oleh, kue timphan bisa bertahan selama tiga hari. Perpaduan rasa manis dan gurih kue timphan sangat nikmat dan bikin ketagihan. Rasa dan aroma kue timphan manis dan lezat, terlebih jika ditemani dengan segelas teh hangat tawar. Baca juga Resep Timphan Pisang, Kue Khas Aceh yang Dikukus 2. Nagasari Camilan satu ini kerap ditemukan di pasar tradisional berbagai daerah Indonesia. Kue ini selain lezat juga mudah dibuat. Bahannya terdiri dari tepung tapioka, tepung beras, gula pasir, dan santan kelapa. Baca juga Resep Nagasari Tepung Beras, Kue Basah buat Camilan Sore 3. Bongko pisang Bongko pisang merupakan salah satu kue yang terbungkus menggunakan daun pisang dari Jawa Timur. Kue ini berbentuk persegi panjang dan jika dilihat pertama kali hampir menyerupai nagasari. Bedanya adalah adonan nagasari dimasak di atas api sedangkan bongko pisang tidak. Adapun adonan bongko pisang juga terasa lebih lembut dan tak bertekstur pada seperti nagasari. Rasa kue ini terbilang manis dan gurih hampir mirip nagasari. 4. Kue kacamata Dok. Shutterstock/ Niken Nuswantari Kue mata roda atau kacamata. Kue ini dinamai dengan nama yang unik yaitu kacamta. Jika dipotong dua, kue ini disejajarkan mirip seperti kacamata. Kue satu ini juga dibungkus dengan daun pisang. Namun, bila tanpa pisang di tengahnya seperti di Jawa Tengah, akan disebut dengan nama bapak ini tampak nyentrik dengan warna-warni khasnya yaitu merah, kuning, dan hijaunya. Tentunya untuk keamanan menyantapnya, gunakan pewarna khusus makanan ketika memasak. 5. Barongko Barongko merupakan kudapan khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan, telur, santan, gula pasir, dan garam. Semua bahan tersebut dicampur lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Kue ini merupakan salah satu makanan favorit Presiden RI ke-3, Almarhum BJ Habibie. Baca juga BJ Habibie Suka Makan Barongko, Apakah Itu? 6. Kue Pisang Garing Kue pisang garing merupakan salah satu kue yang paling sering dikonsumsi dan ditemui masyarakat pada umumnya. Kue ini mirip dengan kue nagasari, tetapi tepung yang digunakan adalah tepung hunkwe dicampir agar-agar bubuk. Campuran lainnya santan kental, garam, air, gula pasir, pisang uli atau pisang tanduk sedang. Beberapa resep menambahkan bubuk kakao, agar adonan jadi rasa cokelat. Baca juga Resep Cente Manis Hunkwe, Jajan Pasar Manis Khas Betawi 7. Bugis ketan Dok. Shutterstock/Syanti Ekasari Kue bugis ketan. Bugis ketan di beberapa daerah dibungkus daun pisang. Terkadang bentuknya tidak hanya bulat, tetapi kerucut mengikuti pola daun pisang yang dibentuk. Bbahan kulitnya juga bermacam-macam, bisa diberi rsa pandon atau ubi ungu. Namun isiannya biasa adalah unti kelapa. Baca juga Resep Kue Semprong Teflon, Camilan Renyah untuk Ngeteh Sore 8. Kue ketimus Kue berbahan dasar singkong dan gula merah ini semakin sulit ditemui di pasar tradisional kota besar. Ciri khas kue ini adalah teksturnya yang kenyal dengan parutan singkong yang teras. Rasanya manis legit dengan aroma singkong berpadu dengan daun pisang. 9. Kue keranjang MANTALEAN Kue keranjang berjejeran di muka altar dewa-dewi di Klenteng Hok Lay Kiong, Kota Bekasi tiga hari jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada Sabtu, 25 Januari 2020 Kue yang sering keluar saat perayaan Imlek ini punya nama lain dodol china. Kue keranjang modern biasanya dibungkus plastik. Namun, kue keranjang tradisional pada dasarnya dibungkus daun pisang. Harga kue keranjang daun pisang lebih mahal, lantaran proses pembuatannya lebih rumit dan kue rentan gagal. Rasa kue keranjang daun pisang tentunya lebih sedap daripada yang dibungkus plastik, karena ada aroma khas. Baca juga Resep Bubur Sumsum Kue Keranjang, Suguhan Manis untuk Imlek 10. Kue lupis Kue yang terbuat dari beras ketan dan pasta pandan ini punya bentuk beragam. Lupis umumnya berbentuk segitiga. Namun, ada beberapa penjual yang membuat lupis dalam bentuk silinder. Lupis disantap dengan cara dibalurkan ke parutan kelapa tua, kemudian disiram saus gula merah yang legit. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
52% found this document useful 21 votes43K views16 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?52% found this document useful 21 votes43K views16 pagesSoal Pilihan Ganda KWUJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Makanan tradisional/khas merupkan makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat tertentu, dengan citarasa khas yang diterima oleh masyarakat tersebut. Bagi masyarakat Indonesia umumnya amat diyakini khasiat, aneka pangan tradisional, seperti tempe, tahu, bawang putih, madu, temulawak, gado-gado, kacang hijau, ikan laut, ikan darat dll. Disamping khasiat, makanan tradisional Indonesia juga mengandung segi positif yang lain seperti Bahan-bahan yang alami, bergizi tinggi, sehat dan aman, murah dan mudah didapat, sesuai dengan selera masyarakat sehingga diyakini punya potensi yang baik sebagai makanan. Untuk lebih lengkapnya baca juga Pengertian makanan khas daerah dan karakteristiknya Pengemasan makanan yang pertama yang diketahui adalah menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia pada saat itu diantaranya keranjang dari alang-alang, kantong kulit bola tas, kotak kayu, vas tembikar, keramik amphorae, tong kayu, tas anyaman, dll. Makanan tradisional suatu daerah mungkin berbeda pada daerah lain, misalnya produk fermentasi dari ubi kayu di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal sebagai tape, sementara di Jawa Barat disebut sebagai Peuyeum. Ragam kemasan makanan tradisional yang sering dijumpai seperti kemasan dengan menggunakan daun pisang, kelobot jagung pelepah daun jagung, daun kelapa/enau aren, daun jambu air dan daun jati. Daun Digunakan secara luas, bersifat aman dan bio-degradable, yang biasanya berupa daun pisang, daun jati, daun bambu, daun jagung dan daun palem. Lebih aman digunakan dalam proses pemanasan dibanding plastik. Gerabah Digunakan sejak zaman dahulu, aman bagi bahan pangan asal tidak mengandung timbal. Gerabah yang diglasir bersifat kedap air, kedap udara, mampu menghambat mikrobia, dan bersifat dingin sehingga cocok untuk mengemas bahan pangan seperti saus, madu, anggur, minyak, curd/dadih dll. Pengemasan, di atas bertujuan untuk melindungi makanan dari kerusakan, juga merupakan daya pikat bagi orang agar tergiur perkembangannya, manusia mulai memanfaatkan bahan kemasan yang dibentuk secara khusus untuk keperluan mengemas, yaitu dengan dibuatnya bahan kemasan dari kaca, kemudian dari perunggu. Salah satu jenis makanan khas daerah yang dikemas dengan daun pisang adalah lontong. Lontong adalah makanan yang terbuat dari beras yang merupakan inovasi dengan bertujuan untuk menikmati nasi dalam bentuk lain. Pada umumnya lontong merupakan makanan yang dimasak dan dikemas dengan menggunakan daun pisang. Namun kini, karena semakin langka atau sulitnya mendapatkan daun pisang, kemasan lontong kini dikreasikan dengan memakai mungkin rasa lontong dengan bungkus atau kemasan plastik tidak seenak bila menggunakan daun pisang. Bagi yang mempunyai banyak pohon pisang di kebun, memakai daun pisang sebagai bungkus lontong mungkin menjadi pilihan yang cukup baik. Namun perlu diingat, tidak semuadaun pisang baik digunakan untuk mengemas, dikarenakan sifat fisik yang berbeda terutama sifat fleksibilitas. Cara penggunaannya dapat secara langsung atau melalui proses pelayuan terlebih dahulu, hal ini untuk lebih melenturkan daun sehingga mudah untuk dilipat dan tidak sobek atau pecah. Seperti halnya pada pengemasan tape ketan, produk ini banyak mengandung air, sehingga dengan permukaan yang licin, rendah menyerap panas, kedap air dan udara, maka cocok untuk digunakan untuk mengemas. Perbedaan sebutan/nama terhadap produk pangan tradisional serupa di berbagai daerah juga diikuti dengan perbedaan penggunaan kemasan untuk produk dimaksud. Ragam kemasan makanan tradisional yang sering dijumpai seperti kemasan dengan menggunakan daun pisang, kelobot jagung pelepah daun jagung, daun kelapa/enau aren, daun jambu air dan daun jati. Cara pengemasannyapun dilakukan dengan berbagai macam cara seperti dapat dilihat dalam tabel berikut ini. Tabel pengemasan makanan khas daerah Cara mengemas Bahan kemasan Contoh makanan Menggulung Daun pisang Daun bambu Lontong, bacang, dodol Daun/kelobot jagung Melipat Daun pisang Nagasari,tempe, tapeDaun jambu Membalut Daun pisang Lemper, leupeutDaun kelapa Menganyam Daun kelapa Ketupat Demikian artikel Teknik Pengemasan Makanan Khas Daerah semoga bisa bermanfaat. Sumber Buku prakarya kelas 11 kurikulum 2013
ilustrasi pisang dengan kelapa parut/sri widyowati/ShutterstockThanks For Rating!Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan Jakarta Pisang termasuk bahan makanan yang mudah dikreasikan menjadi berbagai macam olahan makanan, apalagi camilan manis. Ternyata setiap daerah di Indonesia memiliki varian camilan enak dan unik dari buah pisang yang mungkin belum banyak diketahui publik, seperti sekian camilan olahan pisang berikut ini. Bahan isian 10 buah pisang raja Bahan kulit pelapis 150 gr tepung beras 1/4 sdt vanili bubuk 1/4 sdt garam air secukupnya Kinca gula merah 200 gr gula merah 200 ml air 1 lembar daun pandan Bahan tabur Kelapa parut agak muda secukupnya 1/4 sdt garam Cara membuat Campurkan kelapa parut dengan garam. Kukus selama 15 menit hingga matang. Biarkan dingin. Iris halus gula merah, campurkan semua bahan kinca di dalam panci. Rebus hingga matang dan mengental. Angkat. Campurkan bahan kulit pelapis, aduk rata. Adonan mirip adonan pisang goreng tapi agak kental. Kupas pisang celupkan ke dalam adonan pelapis. Rebus air hingga mendidih. Masukkan pisang ke dalam air mendidih, masak hingga matang mengapung. Tanda pisang sudah matang. Tiriskan pisang. Sajikan. Iris-iris pisang dan beri taburan kelapa parut. Tuang kinca gula merah di atasnya. Pisang rai siap dinikmati. 2. Carang Gesing khas SurakartaIlustrasi carang gesing./Copyright 4 lembar roti tawar, potong dadu 8 buah pisang, iris kecil-kecil 50 gram gula pasir 1 butir telur ayam 400 ml santan sejumput garam 2 lembar pandan, potong 2 cm Cara Membuat Campur gula dan santan. Kocok dengan whisker sampai gula larut. Tambahkan telur. Aduk rata. Masukkan roti dan pisang ke dalam campuran santan. Panaskan kukusan. Tuang adonan di mangkok tahan panas. Beri irisan daun pandan. Kukus selama sekitar 45 menit dengan api sedang hingga matang. 3. Roti Pisang khas Banjarmasinilustrasi roti pisang/sri widyowati/ShutterstockBahan 10 buah pisang kepok 500 ml santan agak kental 250 gram tepung terigu 125 gram gula pasir 2 butir telur ayam 1/4 sdm garam 1/4 sdt vanili bubuk Kelapa parut setengah tua secukupnya Pewarna makanan kuning secukupnya Cara membuat Campurkan terigu, gula, garam dan vanili di dalam wadah. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga merata tidak bergerindil. Saring di wadah lain untuk mencegah ada adonan yang tidak lembut. Masukkan telur, aduk rata dengan adonan. Masukkan kelapa parut, aduk rata. Kupas dan potong-potong kecil buah pisang. Masukkan aduk lagi. Diamkan 10-15 menit. Panaskan cetakan apem atau martabak mini, oles minyak atau margarin secukupnya. Tuang adonan penuh di setiap cetakan. Tutup dan panggang hingga matang. Balik sebentar agar permukaannya renyah. Angkat. Sajikan roti pisang khas Banjar yang manis dan empuk. 4. Geguduh Pisang khas Lampungilustrasi pisang goreng/Trending Now/ShutterstockBahan 4 buah pisang kepok 6 sdm tepung terigu 2 sdm keju parut 1 sdm tepung maizena 1 sdm kental manis putih 1 sdt gula pasir 1/4 sdt baking powder 1/4 sdt vanili bubuk sejumput kayu manis Cara membuat Haluskan pisang dengan garpu atau blender. Tuang ke dalam wadah. Masukkan tepung terigu, maizena, keju, kental manis, vanili, kayu manis dan baking powder. Jika semua bahan sudah tercampur, panaskan minyak. Goreng setiap satu sendok hingga matang dan kecokelatan. Angkat. Sajikan geguduh khas Lampung selagi hangat, jika suka tambahkan gula halus di atasnya. 5. Nagasari Pisang Kukus khas Manadoilustrasi kue bungkus daun pisang/gcafotografia/ShutterstockBahan 1 buah pisang tanduk matang 200 ml santan kara 100 gr tepung beras 50 gr tepung terigu 5 sdm gula pasir 4 sdm kental manis putih 3 sdm margarin 1/4 sdt vanili bubuk 1/4 sdt garam daun pisang secukupnya Cara membuat Potong-potong kecil pisang tanduk. Bisa juga diganti dengan pisang lain seperti pisang kepok dan raja. Campurkan tepung beras dan terigu. Masukkan margarin, aduk rata. Larutkan gula, kental manis, dan garam di dalam air santan. Tuang ke dalam tepung. Aduk rata hingga tidak ada yang bergerindil. Panaskan daun pisang di atas api kompor hingga layu. Ambil secukupnya, tuang adonan secukupnya, isi dengan pisang tanduk, tutup dengan adonan. Bungkus dan semat daun pisang. Lakukan hingga habisPanaskan kukusan, kukus nagasari Manado selama 15-20 menit atau hingga matang. Angkat. Nikmati nagasari pisang kukus khas Manado yang manis gurih lembut. 6. Sanggara Talemme khas SulawesiIlustrasi sanggara talemme./Copyright 1 sisir buah pisang raja matang 4 sdm margarin 3 sdm gula pasir 1 genggam kacang tanah 1 butir telur ayam, dikocok lepas untuk balutan minyak goreng Cara Membuat Untuk isian, sangrai kacang lalu cincang kasar. Campur dengan margarin, gula pasir, dan keju. Aduk rata. Sisihkan. Panaskan minyak, goreng pisang hingga kecoklatan. Celupkan pisang goreng ke adonan telur. Goreng kembali hingga matang. Angkat dan tiriskan. Buat belahan memanjang di bagian tengah pisang tapi jangan sampai putus. Beri isian secukupnya ke dalam belahan pisang. Pisang goreng siap dinikmati. 7. Bongko Kopyor khas Gresikilustrasi bongko kopyor/sri widyowati/ShutterstockBahan 1 bungkus sagu mutiara 4 buah pisang kepok 4 lembar roti tawar 2 buah kelapa muda 700 ml santan kental sedang 2 sdm gula pasir 5 potong buah nangka 2 lembar daun pandan Daun pisang & lidi untuk membungkus secukupnya Cara membuat Rebus air hingga mendidih, masukkan mutiara dan masak hingga matang. Sisihkan. Keruk kelapa muda. Potong-potong nangka, roti tawar dan pisang kepok. Campurkan santan dengan gula pasir dan sejumput garam, aduk rata. Sisihkan. Panaskan daun pisang di atas kompor agar layu dan mudah dibentuk. Ambil daun pisang secukupnya. Isi dengan roti tawar, nangka, pisang, kelapa muda dan mutiara. Siram dengan santan. Bungkus. Lakukan hingga bahan selama 15 menit. Angkat dan sajikan. Nikmati bongko kopyor selagi hangat, dingin juga enak. Itu dia sekian camilan dari pisang yang enak dari beberapa daerah di Indonesia.ElevateWoman with FimelaThanks For Rating!Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmuFebi Anindya KiranaAuthorWhat's On Fimela powered by
1. Contoh makanan khas daerah yang mengandung karbohidrat, kecuali.... 2. Makanan khas daerah sumber protein hewani, kecuali…. B. Rendang Sumatera Barat D. Kentucky fried chicken 3. Rujak cingur adalah makanan khas dari…. 4. Bahan utama rendang adalah…. 5. Pempek dan tekwan adalah makanan khas daerah…. 6. Kebab adalah makanan yang berasal dari…. 7. Sushi merupakan makanan yang bahan dasarnya adalah…. 8. Berikut ini makanan yang bukan berasal dari Italia adalah…. 9. Jenis olahan bahan makanan yang dipanggang adalah, kecuali…. A. Jenis tumbuhan golongan tanaman padian/rumputan Gramenia untuk menghasilkan bulir-bulir berisi biji-bijian sebagai sumber karbohidrat/pati B. Tanaman menghasilkan zat sebagai sumber serat C. Jenis tumbuhan golongan tanaman yang menghasilkan sari pati kaldu D. Jenis tumbuhan tanaman padian yang dibudidayakan untuk nasi E. Tanaman menghasilkan zat sebagai sumber protein 11. Usaha yang bergerak di bidang makanan disebut…. 12. Untuk meningkatkan usaha kuliner berikut ini adalah…. A. Perlunya inovasi dan kreatifitas C. Adanya lahan yang luas 13. Makanan khas daerah Garut yang terkenal adalah…. 14. Di bawah ini adalah makanan khas daerah Jawa Barat, kecuali…. 15. Makanan khas daerah adalah…. A. Makanan yang umumnya berasal dari sayuran B. Makanan yang diolah di suatu daerah C. Makanan yang biasa dikonsumsi di suatu daerah D. Makanan yang berasal dari daerah E. Makanan yang berasal dari buah-buahan 16. Makanan yang berasal dari nabati…. A. Sayuran dan buah-buahan 17. Di bawah ini makanan khas daerah yang dikemas daun pisang, kecuali …. 18. Gudeg adalah makanan khas daerah . . . 19. Salah satu makanan khas daerah Jakarta adalah . . . 20. Hamburger adalah makanan khas dari . . . 21. Bakso adalah makanan dari . . . 22. Kue Apem berasal dari daerah . . . 23. Minuman panas yang diberi isi kelapa muda yang dikerik adalah …. 24. Di bawah ini macam-macam minuman panas, kecuali …. 25. Makanan khas daerah Jawa Timur yang terbuat dari tepung ketan adalah …. 26. Pewarna alami untuk pembuatan cendol adalah …. 27. Isi minuman bajigur adalah …. 28. Negara yang terkenal akan produksi kejunya adalah …. 29. Teknik memasak yang mengandalkan “api panas” terkenal di Negara …. 30. Ikan mentah yang dijadikan bahan masakan sushi dinamakan ….
Pengemasan Pengemasan yang pertama yang diketahui adalah pengemasan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia pada saat itu seperti. Keranjang dari alang-alang Kantong kulit atau bola tas Kotak kayu Vas tembikar Keramik amphorae Tong kayu Tas anyaman Dan masih banyak lagi. Makanan tradisional suatu daerah mungkin berbeda dengan makanan khas dari daerah lain, sebagai contoh produk fermentasi dari ubi kayu di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal sebagai tape, sementara di Jawa Barat dikenal sebagai Peuyeum. Perbedaan sebutan atau nama terhadap produk pangan tradisional serupa di berbagai daerah juga diikuti dengan perbedaan penggunaan kemasan untuk produk yang dimaksud. Berbagai jenis kemasan makanan tradisional yang sering kita jumpai seperti kemasan dari daun pisang, kelobot jagung atau pelepah daun jagung, daun kelapa atau enau atau aren, daun jambu air dan daun jati. Berikut ini adalah beberapa cara pengemasan makanan, seperti pada tabel di bawah ini. Cara Mengemas Makanan Dan Bahan Kemasan Tradisional Cara mengemas Bahan kemasan Nama Makanan Menggulung Daun pisangDaun bambuDaun atau kelobot jagung LontongBacangDodol Melipat Daun pisangDaun jambu NagasaritempeTape Membalut Daun pisangDaun kelapa Lemperleupeut Menganyam Daun kelapa Ketupat Pengemasan bertujuan untuk melindungi makanan dari kerusakan, juga merupakan daya pikat bagi orang agar tergiur menikmatinya. Dalam perkembangannya, manusia mulai menggunakan bahan kemasan yang dibentuk secara khusus untuk keperluan mengemas, yaitu dengan dibuatnya bahan kemasan dari kaca, kemudian dari perunggu. Salah satu jenis makanan khas daerah yang dikemas dengan daun pisang seperti lontong. Lontong termasuk makanan yang terbuat dari beras dan merupakan hasil inovasi yang bertujuan untuk menikmati nasi dalam bentuk lain. Secara umum lontong merupakan makanan yang dimasak dan dikemas dengan menggunakan daun pisang. Tapi sekarang, karena sudah semakin langka atau sulitnya mendapatkan daun pisang, kemasan lontong kini dikreasikan dengan memakai plastik. Mungkin rasa lontong dengan bungkus atau kemasan plastik tidak lagi seenak yang dibungkus menggunakan daun pisang. Untuk mereka yang mempunyai banyak pohon pisang di kebun, memakai daun pisang sebagai bungkus lontong mungkin menjadi pilihan yang cukup baik. Tapi perlu diingat, tidak semua daun pisang baik digunakan untuk mengemas, dikarenakan sifat fisik yang berbeda terutama sifat fleksibilitas. Cara penggunaannya dapat secara langsung atau melalui proses pelayuan terlebih dahulu, tujuannya adalah untuk lebih melenturkan daun sehingga mudah untuk dilipat dan tidak sobek atau pecah. Sama halnya pada pengemasan tape ketan. Tape ketan banyak mengandung air, sehingga dengan permukaan yang licin, rendah menyerap panas, kedap air dan udara, maka cocok untuk digunakan untuk mengemas. Berikut ini adalah resep serta cara memasak atau membuat lontong dengan daun pisang. a. Bahan-bahan Untuk bahan utama membuat lontong Beras ½ kg Daun pisang untuk membungkus, secukupnya Air untuk merebus, secukupnya 500 ml Santan Untuk bahan isi dapat diganti sesuai dengan selera ¼ kg wortel ¼ kg kentang b. Cara memasak atau membuat lontong dengan daun pisang Pertama-tama buat bahan untuk isi lontong. Kupas kentang dan wortel. Kemudian potong-potong sebesar dadu. Kukus kentang dan wortel tersebut hingga empuk. Langkah selanjutnya buat bahan utama pembuatan lontong. Rebus santan hingga mendidih. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih. Tambahkan garam. Aduk-aduk terus sampai santan dalam panci kering Siapkan daun pisang yang tidak terlalu tua sebagai pembungkusnya. Buang bagian sisi daun pisang. Bersihkan daun pisang dengan lap kering. Lalu potong-potong ukuran lontong sesuai selera, biasanya ukuran kurang lebih 30x20 cm. Langkah selanjutnya, ambil selembar daun pisang. Letakkan satu sendok adonan lontong di atas daun tersebut. Pipihkan aronan beras di atas daun dengan menggunakan sendok. Masukkan bahan isi. Kemudian tutup dengan adonan beras. Rapihkan adonan beras yang telah diisi hingga berbentuk silinder. Gulung daun sampai habis. Kemudian tutup salah satu ujung gulungan daun pisang tersebut dengan melipat kedua sisinya. Buatlah dalam jumlah banyak. Langkah selanjutnya adalah memasak lontong tersebut dengan cara mengukus. Masukkan air ke dalam panci. Susun bakal lontong tersebut di dalam panci. Kemudian kukus lontong selama kira-kira 2 jam. Jika lontong telah matang, angkat lontong dan tiriskan airnya hingga hilang atau menetes agar lontong padat, kenyal dan tidak mudah basi. Baca Juga 1 Ide dan Peluang Usaha Makanan Khas Daerah 2 Keberhasilan dan Kegagalan Dalam Berwirausaha Pengolahan Makanan 3 Pemetaan Peluang Usaha 4 Sumber daya yang Dibutuhkan dalam Sebuah Usaha 5 Perencanaan Pemasaran Usaha Makanan 6 Penyusunan Proposal Usaha Makanan 7 Pengertian Makanan Khas Daerah 8 Karakteristik Makanan Khas Tiap-Tiap Daerah 9 Teknik Pengolahan Makanan Khas Daerah 10 Teknik Memasak Dengan Minyak 11 Jenis Bahan Kemas Olahan Makanan Khas Daerah 12 Teknik Pengemasan Makanan 13 Menghitung Titik Impas Break Even Point Usaha Makanan 14 Menghitung Break Even Point atau BEP 15 Promosi Produk Hasil Usaha 16 Teknik Promosi atau Pemasaran Penjualan 17 Pengertian Laporan Kegiatan Usaha dan Cara Membuat Laporan Kegiatan Usaha
berikut makanan khas daerah yang dikemas daun pisang kecuali